Tuesday, April 2, 2019
Tuhan Maha Sempurna (30b)
Yesus adalah Sabda Tuhan maka segala sesuatu yang ada dalam pikiran Bapa, Yesus pasti tahu. "Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya.." demikian yang dikatakan Yesus dalam Injil (Yoh.16:15). Jadi tak ada rahasia antara Bapa dan Putra, semua transparan...
Lalu mengapa saat akbir jaman Yesus tidak tahu? Sebabnya adalah karena Bapa belum memutuskan kapan itu terjadi, dengan demikian saat dan harinya memang belum ada dalam pikiran Bapa. Karenanya Yesuspun tidak mungkin mengetahui kapan itu akan terjadi...
Dalam Injil memang dikatakan, hanya Bapa saja yang tahu. Di sini yang dimaksudkan adalah hanya Bapa saja yang berhak memutuskan kapan hari itu akan terjadi. Jika Bapa belum memutuskannya maka Yesuspun tidak tahu kapan itu akan terjadi karena Yesus tidak bisa mendahului apa yang belum ditetapkan oleh BapaNya. Sebaliknya jika Bapa sudah memutuskan kapan saatnya, Yesus Sang Putra pasti juga tahu karena seperti yang dikatakan dalam Injil, "Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya.."
Maka tidak mengetahui apa yang memang belum ditetapkan oleh Bapa sama sekali tidak mengurangi kodrat ketuhanan Yesus yang tahu segala sesuatu. Sama seperti pernyataan Injil bahwa Bapa lebih besar dari Yesus (Yoh.14:28), atau Yesus tidak melakukan kehendakNya sendiri melainkan melakukan apa yang dikehendaki BapaNya (Yoh.5:30), dan sebagainya, sama sekali tidak mengurangi atau membatalkan kodrat Yesus sebagai Tuhan yang bersama-sama dengan Bapa dan Roh Kudus layak disembah manusia.
TUHAN menyampaikan SabdaNya kepada manusia setidaknya untuk tiga tujuan penting ini: yaitu agar manusia mengenal Dia, mengetahui hukum-hukum dan perintahNya, dan agar manusia memperoleh keselamatan kekal.
Untuk mencapai tujuan tersebut maka Sabda TUHAN harus disampaikan kepada manusia secara tuntas, utuh, dan terjaga dari kerusakan.
Konsekuensinya, TUHAN yang benar pasti menyampaikan SabdaNya secara tuntas, utuh, dan terjaga dari segala kerusakan.
Mari kita bandingkan itu dengan TUHAN yang dipercaya orang-orang Kristen!
Ketika Musa marah kepada orang-orang Israel yang kembali menyembah berhala saat Musa sedang menghadap TUHAN di atas gunung, loh-loh batu yang berisi 10 Perintah dilemparkannya hingga hancur berkeping-keping (Kel.32:19). Tapi tidak lama kemudian TUHAN kembali menuliskan perintah yang sama persis di atas loh-loh batu yang baru (Kel.34:1).
Tindakan TUHAN menuliskan kembali Perintah yang sama di atas loh-loh batu yang baru adalah sebuah 'type' atau simbol bahwa TUHAN pasti akan menjaga keutuhan semua SabdaNya yang telah diberikan kepada manusia. Sekalipun manusia dengan sengaja merusakkan atau menghilangkannya, dengan caraNYa sendiri TUHAN akan memulihkannya kembali.
Jadi TUHAN pasti menjamin keutuhan SabdaNya dari segala kerusakan. Yesus menegaskan jaminan itu dengan mengatakan, "..Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi." (Mat.5:18). Dan Ia juga mengatakan, "Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu." (Mat.24:35, Mrk.13:31, Luk.21:33).
Lalu apakah TUHAN juga menyatakan SabdaNya kepada manusia secara utuh? Ya, TUHAN menyatakan seluruh SabdaNya secara utuh dan sempurna dalam bentuk inkarnasi Yesus Kristus Sang Putra Allah. Yesus Kristus adalah Sabda yang telah menjadi manusia dan tinggal diantara kita (Yoh.1:14). Maka setiap orang yang menerima Yesus sebagai TUHAN dan penyelamat berarti telah menerima seluruh Sabda Tuhan secara utuh dan sempurna!
Dengan demikian maka dalam ajaran Kristen TUHAN menyatakan seluruh sabdaNya secara utuh, sempurna, dan terjaga dari segala kerusakan!
Sebaliknya dalam islam, allah swt justru tidak mampu menjaga kitab-kitabnya sendiri serta terbukti tidak pernah memberikan sabdanya secara utuh dan sempurna.
Sederhana... melalui penalaran akal sehat kita bisa menguji semua klaim-klaim tentang penciptaan dan mengetahui mana yang benar dan mana yang cuma omong kosong!
TUHAN itu maha pencipta. Maka dua syarat ini harus dapat dipenuhi:
1. Tuhan harus dapat mencipta dari ketiadaan.
2. Tuhan harus dapat menciptakan ciptaan yang sempurna.
Untuk syarat yang pertama kita tidak bisa melakukan uji apa-apa selain percaya. Baik TUHAN dalam Alkitab maupun allah swt dalam alquran mengaku menciptakan dari ketiadaan dan kita hanya bisa percaya. Tapi syarat yang kedua bisa kita jadikan alat uji untuk memeriksa kebenaran klaim Alkitab dan alquran.
Seperti seorang pelukis yang terus berkarya untuk mengekspresikan rasa seninya, TUHAN tidak akan berhenti mencipta sampai Dia menghasilkan ciptaan yang sempurna untuk mengekspresikan seluruh kemuliaanNya.
Mari kita bandingkan dengan Alkitab...
TUHAN dalam Alkitab adalah maha pencipta yang sanggup menciptakan mahluk yang sempurna, yaitu manusia yang diciptakan sebagai citra TUHAN. Artinya, manusia adalah ciptaan terbaik yang mungkin diciptakan oleh TUHAN. Itu sebabnya setelah menciptakan manusia, TUHAN beristirahat dan berhenti dari segala pekerjaan penciptaan (Kej.2:2-3). Mengapa demikian? Itu karena sudah tidak ada lagi yang dapat diciptakan TUHAN lebih dari pada manusia yang diciptakan serupa dengan gambarNya sendiri. Tidak mungkin ada ciptaan yang lebih baik dari pada gambar Tuhan sendiri!
Sampai disini saja sebenarnya kita sudah bisa menyimpukan mana yang benar! Allah swt dalam alquran jelas tidak mampu membuat ciptaan yang sempurna sementara TUHAN dalam Alkitab sudah menghasilkan ciptaan yang sempurna, yaitu manusia yang diciptakan seperti gambar-Nya sendiri!
Karena manusia pada awalnya diciptakan sempurna sebagai citra TUHAN, maka keadaan kita yang sekarang ini bukanlah kodrat manusiawi kita yang sesungguhnya. Oleh karenanya kita harus beralih dari keadaan kita yang sekarang menuju kepada kodrat kemanusiaan kita yang sesungguhnya, yaitu kembali menjadi sempurna seperti TUHAN.
Ini ditegaskan oleh Yesus Kristus dalam Injil, "Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna." (Mat.5:48)
Seluruh ajaran TUHAN yang disampaikan melalui para nabi dan ditutup oleh ajaran Yesus pada dasarnya adalah untuk mengembalikan manusia pada kodratnya semula, yaitu menjadi sempurna seperti TUHAN. Pada jalan yang mengarahkan manusia pada kesempurnaan itulah terletak satu-satunya jalan yang akan mengantar manusia pada keselamatan kekal.
Bandingkan ini dengan TUHAN yang disembah Kristen, yaitu TUHAN Tritunggal.
Sejak sebelum ada ciptaan TUHAN Tritunggal telah hidup dalam kebersamaan sebagai tiga pribadi ilahi: Bapa, Putra, dan Roh Kudus. TUHAN Tritunggal hidup dalam kebahagiaan penuh sebagai pribadi-pribadi ilahi yang saling mengasihi satu sama lain: Bapa mengasihi Putra dan Roh Kudus, Putra mengasihi Bapa dan Roh Kudus, dan Roh Kudus mengasihi Bapa dan Putra.
Sejak sebelum ada ciptaan tidak pernah ada kesepian dan kekurangan dalam diri TUHAN Tritunggal. Dengan kata lain TUHAN Tritunggal sudah sempurna sebelum ada ciptaan, tetap sempurna setelah ada ciptaan, dan akan terus sempurna sampai selama-lamanya... (ref 30b)
Tuhan Maha Sempurna (30b)
Reviewed by JMG
on
April 02, 2019
Rating: 5
Reviewed by JMG
on
April 02, 2019
Rating: 5
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment