Latest News

Tuesday, April 2, 2019

Pertanyaan Sekitar Yesus Sebagai Nabi Terakhir ( 20 )


Yesus sebagai nabi terakhir.

Benarkah demikian?

1. Seluruh rangkaian pewahyuan Tuhan sudah berakhir sempurna dengan kedatangan Yesus... dan seluruh ajaran Tuhan sudah dinyatakan secara tuntas.

2. Seperti yang ditegaskan oleh Yesus (Yoh.4:22), keselamatan datang dari bangsa Yahudi, bukan bangsa arab atau bangsa-bangsa lain!

Ketuhanan Yesus dan konsep Trinitas

Ada beberapa argumen populer yang sering digunakan untuk menolak konsep trinitas. Misalnya saja dengan mengatakan bahwa Yesus tidak pernah menyatakan dengan tegas bahwa Diri-Nya adalah Tuhan dan minta disembah. Argumen lain mengatakan bahwa konsep ketuhanan Yesus adalah ajaran sesat Rasul Paulus. Lalu ada juga yang mengatakan Yesus baru diangkat sebagai Tuhan secara resmi pada Konsili Nikea di abad ke-empat, dan lain-lain...

Saya tidak ingin terjebak untuk merespon argumen-argumen dangkal tersebut tapi mencoba melihat akar persoalan yang lebih dalam untuk memahami apa yang sesungguhnya dikehendaki islam dengan menolak ketuhanan Yesus... Dengan cara ini maka semua argumen-argumen dangkal tadi otomatis akan terpatahkan seluruhnya!

Pertanyaannya, seberapa pentingkah Yesus sehingga begitu banyak orang terobsesi untuk menolak-Nya?

Kata kuncinya ada pada sabda Yesus ini:

"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Yoh.14:5)

Hanya melalui Yesus kita akan diarahkan untuk mengenal dan menyembah Bapa, yaitu Tuhan yang benar. Di luar itu kita akan tersesat, tidak peduli sebaik dan setulus apapun usaha kita untuk menggapai Tuhan....

Ayat ini sekaligus menolak anggapan umum populer yang mengatakan semua agama mengarahkan manusia pada Tuhan yang sama dengan jalan yang berbeda-beda! Ini salah besar! Jalan menuju Tuhan hanya satu, bukan banyak!

Mencoba mengenal Tuhan dengan cara lain menurut pemikiran dan upaya manusiawi pasti akan gagal, sama seperti orang-orang di masa lalu yang ingin membangun menara Babel untuk mencapai langit! Demikian juga upaya mengenal dan menyembah Tuhan melalui simbol-simbol berhala buatan manusia seperti yang dilakukan kaum pagan pasti akan gagal dan akhirnya tersesat untuk menyembah IBLIS.

Sewaktu di Taman Eden, manusia hidup bersama dengan Tuhan. Adam dan Hawa dapat bertemu dan memandang Tuhan setiap hari... Tapi ketika mereka jatuh ke dalam dosa merekapun mulai menghindar dan takut pada Tuhan. Dan setelah diusir dari Taman Eden manusia tidak dapat lagi melihat Tuhan. Contohnya seperti apa yang terjadi pada Musa: ketika Tuhan menampakkan Diri kepadanya, ia tidak tahan dan menutup mukanya karena takut (Kel. 3:6).

Persoalannya, jika manusia tidak mampu lagi melihat Tuhan, bagaimanakah Tuhan dapat mengajarkan kebenaran secara utuh kepada manusia agar manusia yang sudah jatuh ke dalam perbudakan dosa dapat diselamatkan dan kembali hidup bersama-Nya?

Hanya mengajarkan kebenaran melalui perantaraan para nabi tidak mungkin cukup, tidak peduli sebanyak apapun nabi-nabi diutus Tuhan ke dunia. Sama seperti Musa, para nabi juga tidak bisa melihat Tuhan sehingga merekapun tidak mungkin bisa mengajarkan pengetahuan yang utuh tentang Tuhan! Ada kebenaran penting yang hanya bisa diajarkan langsung oleh Tuhan sendiri!

Maka satu-satunya cara adalah Tuhan sendiri harus datang ke dunia dalam rupa manusia dan mengajarkan seluruh kebenaran itu secara langsung... Tidak ada cara lain.

Tapi dapatkah Tuhan melakukannya?

Jika Tuhan itu Maha Kuasa, seharusnya Dia dapat melakukan itu untuk menyelamatkan manusia. Tapi dalam teologi islam yang unitarian atau tauhid, ini tidak dimungkinkan karena dengan inkarnasi berarti tuhan tidak lagi ada di surga ATAU tuhan telah membelah diri jadi dua dan melanggar konsep tauhid! Dengan demikian tuhan versi tauhid islam ternyata TIDAK MAHA KUASA karena tidak mampu menyelamatkan manusia!

Tapi untungnya Tuhan bukan unitarian melainkan trinitarian, dengan demikian inkarnasi sangat mungkin dilakukan... Allah Bapa dapat mengutus Putra-Nya untuk menjadi manusia agar manusia dapat kembali mengenal Tuhan.

Dan itulah yang terjadi dalam sejarah manusia!

Melalui inkarnasi Yesus sekarang manusia dapat melihat dan mengenal Tuhan secara utuh sehingga manusia dapat mengetahui seluruh kebenaran yang dapat menyelamatkannya!

Ini menandakan bahwa konsep Tritunggal adalah konsep ketuhanan yang benar.

Melihat dan mengenal Tuhan secara langsung dapat dianalogikan seperti kita melihat matahari di siang hari yang cerah dengan mata telanjang. Kita tidak dapat melakukannya karena mata kita akan sakit, atau bahkan buta. Sementara itu melihat dan mengenal Tuhan dalam diri Yesus dapat dianalogikan seperti melihat matahari dengan menggunakan kaca mata gelap. Kita dapat menatapnya secara utuh terus-menerus selama kita mau!

Maka ketika Filipus bertanya agar Yesus menunjukkan Bapa kepadanya, Yesuspun berkata,

"Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.." (Yoh.14:9)

Dengan demikian siapapun yang melihat dan mengenal Yesus identik dengan telah melihat dan mengenal Bapa!

Dimanakah dalam islam atau agama lain kita bisa melihat Tuhan seperti yang dapat dilihat orang Kristen melalui Yesus? Tidak akan pernah ada!

Itulah untungnya menjadi seorang Kristen! Setiap orang Kristen yang menyadari keuntungan ini tidak akan mau menukarkan imannya dengan harga berapapun...

Silahkan saja Agama Lain menyangkal Yesus dengan berbagai argumen, itu tidak akan membuat mereka dapat melihat Tuhan seperti yang dapat dilihat oleh orang Kristen!

Lalu apa untungnya manusia dapat melihat Tuhan? Besar sekali dan penting!

Yang dimaksud melihat Tuhan bukan hanya secara fisik, tapi seluruh jati diri Tuhan yang perlu diketahui manusia. Allah itu kasih, demikian menurut Rasul Yohanes. Jika hukum kasih adalah hukum yang utama dimana seluruh hukum-hukum lain dan ajaran para nabi bergantung, maka KASIH adalah jati diri Tuhan yang utama dimana seluruh sifat-sifat-Nya yang lain bergantung..!

Dengan melihat Yesus, manusia dapat mengenal KASIH ALLAH yang sempurna..., yang jauh berbeda dari apa yang telah diajarkan para nabi.

Sebelumnya, manusia hanya diperintahkan untuk mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri, karena memang hanya itu yang bisa diajarkan oleh para nabi. Tapi setelah kedatangan Yesus manusia dapat mengenal KASIH ALLAH secara nyata sehingga perintah baru bagi manusia adalah untuk mengasihi sesama seperti Tuhan telah mengasihi (Yoh.13:34)! Kita bisa melihat bahwa kedua perintah tersebut miliki perbedaan standar yang signifikan!

Tuhan itu sempurna, maka untuk dapat hidup bersama-Nya kitapun harus sempurna (Mat. 5:48). Dan kita akan sempurna kalau kita memiliki kasih seperti Tuhan. Itulah kunci keselamatan yang diajarkan Yesus kepada kita sehingga kita layak untuk hidup bersama Tuhan di surga.

Dan kasih Tuhan yang sempurna itu diajarkan Yesus bukan melalui teori atau perintah, tapi melalui teladan hidup nyata yang bisa diikuti siapa saja...

Diantaranya...

Tuhan mengajarkan manusia untuk mengasihi secara tulus tanpa syarat seperti saat Dia berdoa kepada Bapa-Nya bagi orang-orang yang memusuhi Dia, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." (Luk. 23:34).

Kemudian Tuhan juga mengajarkan kasih yang terbesar (Yoh.15:13) dengan mengurbankan Diri-Nya di kayu salib bagi penebusan dosa semua manusia.

Dapatkah agama lain mengajarkan ini? Tidak mungkin! Jikapun memang ada yang diartikan demikian, itu hanyalah sebatas teori dan asumsi yang tidak memiliki bukti kongkrit apapun!

Misalnya saja mungkin ada agama mengatakan: dalam agama kami diajarkan tentang allah yang maha pengasih dan maha penyayang...

Memang benar... Tapi itu tidak lebih dari slogan dan asumsi, bukan kenyataan! Tidak ada yang pernah tahu apakah allah mereka memang maha pengasih dan penyayang seperti yang diklaimnya...

Bandingkan dengan Yesus, semua ajaran kasih yang diajarkan-Nya telah dibuktikan dengan sempurna dalam tindakan nyata yang tercatat dalam sejarah manusia!

Dengan demikian semua orang yang percaya pada Yesus memperoleh kepastian ini: Tuhan telah mengasihi kita tanpa syarat, bahkan sejak kita masih berdosa. Dan Dia mengasihi kita dengan kasih yang terbesar! Ini bukan asumsi dan teori tapi sudah dibuktikan melalui hidup Yesus Sang Putra Allah!

Celakanya...

Justru ada orang menyangkal ketuhanan Yesus! Akibatnya sangat FATAL!!!!

Rasul Yohanes telah mengajarkan kita bahwa siapapun yang menolak Yesus Kristus sebagai Tuhan yang berinkarnasi menjadi manusia adalah antikristus (1Yoh.2:22, 1Yoh.4:33, dan 2Yoh.1:7).

Karena Yesus adalah satu-satunya jalan untuk mencapai Tuhan, maka dengan menolak ketuhanan Yesus sesungguhnya agama tsb memastikan bahwa tuhan yang disembah orang tsb bukanlah Tuhan yang benar.

Kita tidak perlu heran jika yang diajarkan agama di dunia ini kebalikan dari apa yang diajarkan Yesus! Jika Yesus mengajarkan KASIH, agama lain melakukan sebaliknya,saling membenci!

Banyak orang mengklaim mungkin berdalih, kami juga diajarkan untuk mengasihi sesama!

Ya benar, tapi yang dimaksud sesama dalam ajaran islam adalah sesama kaumnya sendiri dan tidak berlaku manusia lain.

Mengapa?

Banyak agama manusia mengajarkan mengasihi hanya sesamanya,yang berbuat baik kepadanya,bahkan melawan yang berbuat jahat kepadanya.

Bandingkan ini dengan ajaran Yesus yang mengatakan bahwa Allah itu mengasihi orang yang tidak tahu berterimakasih dan juga orang-orang jahat (Luk.6:35).
Lebih jauh Yesus menegaskan bahwa ajaran kasih yang bersyarat bukanlah ajaran Tuhan.

Demikianlah sabda Tuhan:

"..Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian...." (Luk.6:33)

Ini ayat yang sangat penting untuk memahami ajaran kasih dalam islam. Melalui ayat tersebut Tuhan mengajarkan bahwa orang-orang berdosa dan tidak mengenal Tuhan ternyata juga dapat berbuat baik kepada orang-orang yang sesuai dengan kriteria tertentu atau dengan kata lain kasih yang bersyarat! Tuhan tidak mengajarkan kasih yang semacam itu.

Perhatikan baik-baik...

Ajaran kasih yang bersyarat bersifat diskriminatif, dan sikap diskriminatif berakar pada kebencian terhadap apapun yang berbeda dengan dirinya atau kelompoknya.

Lalu siapakah yang mengajarkan semangat kebencian? Tidak lain dan tidak bukan adalah IBLIS itu sendiri!

Jadi amat jelas dan terang benderang bahwa ajaran kasih yaitu kasih yang tanpa bersyarat. Sebaliknya, ajaran yang berakar pada syarat dan kebencian berasal dari IBLIS...!

Dengan inti terdalam ajaran Kristen: KASIH! Bukan Kebencian.

Bandingkan ini dengan orang Kristen yang selalu bersemangat melakukan tindakan karitatif karena merasa diri mereka menjadi perpanjangan dari kasih Tuhan... Kontras sekali bedanya...

Tuhan yang Maha Pengampun pasti sanggup mengampuni dosa yang sama berkali-kali.... Injil dengan amat jelas mengajarkan demikian!

Jadi banyak ajaran hanyalah kebohongan yang sengaja dirancang agar manusia takut menerima Yesus sebagai Tuhan dan Penyelamat! Kalau manusia sudah dipengaruhi rasa takut, bagaimana manusia dapat berpikir dengan jernih? Jika manusia sudah tidak dapat berpikir jernih bagaimana manusia dapat menerima kebenaran? Kebohongan demi kebohonganlah yang akan manusia terima.. Dan itulah yang dikehendaki iblis!

Lagipula percaya pada Allah Tritunggal sama sekali bukanlah syirik...trinitas adalah konsep Tuhan yang benar dan menyelamatkan!

Jangan hanya percaya pada kata-kata saya, selidikilah sendiri!

Tuhan telah menganugerahkan kita akal sehat, gunakan itu dengan baik untuk memeriksa semua klaim-klaim kebenaran . Ujilah semua klaim itu tanpa rasa takut, dan dengan tulus mintalah pertolongan Tuhan agar Dia menunjukkan kebenaran-Nya.  ( ref.20)

No comments:

Post a Comment